Adsense

Jumat, 07 Juni 2013

RESEP ACAR BUNCIS (KHAS WONOSOBO)

BAHAN

1) Buncis ¼ kg

2) Minyak goreng 2 sendok makan


BUMBU

1) Bawang merah 5 buah

2) Jahe 1 potong

3) Kemiri 5 butir

4) Cuka 2 sendok makan

5) Lada 1 sendok teh

6) Gula pasir ½ sendok makan

7) Kunyit 1 rsj

8) Garam 1 sendok teh


CARA PEMBUATAN

1) Buncis dibersihkan dipotong-potong jadi 4.

2) Bawang merah dikupas, diiris halus, digoreng.

3) Bumbu-bumbu lain dihaluskan, ditumis dengan minyak.

4) Buncis dimasukkan, ditambah kaldu 1 cangkir direbus sampai masak, baru diberi cuka.

Senin, 03 Juni 2013

RESEP GUDEG PISANG BATU

BAHAN

1) Pisang batu muda 1 sisir

2) Kelapa ½ butir

3) Ikan gabus kering 1 ons


BUMBU

1) Bawang merah 6 buah

2) Gula pasir 1 sendok teh

3) Bawang putih 8 siung

4) Minyak  4 sendok makan

5) Lada halus 1 sendok teh

6) Minyak goreng 1/3 botol

7) Garam 1 sendok makan




CARA PEMBUATAN

1) Udang dikupas kulitnya, jangan dibuang ekornya, dibelah dua (jangan sampai putus), diberi lada dan aram.

2) Tepung terigu dan telur dicampur jadi satu dengan air.

3) Daun bawang dipotong-potong.

4) Bawang merah diiris halus.

5) Bawang putih ditumbuk.

6) Rebung dipotong persegi, pinggirnya dikembang dan dipotong tipis-tipis.

7) Minyak dipanaskan, udang yang direndam dahulu didalam adonan tepung dimasukkan dan digoreng sampai kuning.

8) Bawang merah, bawang putih ditumis dengan minyak, diberi sedikit kaldu atau air, saus tomat, lada, garam dan gula pasir.

9) Jika sudah mendidih, dimasukkan rebung, daun bawang dan udang goreng. 

10) Untuk dikentalkan, sausnya diberi sedikit tepung sagu, yang sudah diencerkan lebih dahulu.

Kamis, 30 Mei 2013

TIPS MENGHILANGKAN BAU PADA SUSU KEDELAI

Cara ini adalah untuk menghilangkan bau langau (pahang) dan rasa pahit yang kurang menyenangkan dari susu kedelai.


BAHAN

1) Susu Kedelai 10 liter

2) Kacang tanah 300 gram

3) Kecambah jagung 300 gram

4) Wijen 50 - 75 gram

5) Gula pasir 200-250 gram

6) Garam 10 gram (2 sdt)

7) Kapur sirih 5 g (10 sendok air garam)

8) Soda kue 20 g (4 sdt utk 1 ltr air)

9) Natrium benzoat 4-5 mg (seujung sendok)

10) Essence panili, coklat, mocca, pandan kayumanis secukupnya

11) Air dingin 3 liter

12) Air panas 8 liter


PERALATAN YANG DIGUNAKAN :

1) Panci

2) Sendok kayu besar

3) Kain Saring

4) Corong

5) Dandang

6) Kompor

7) Botol dan tutup yang sudah disterilkan

8) Gabus dan lilin

9) Ember plastik

10) Penggiling batu


CARA PEMBUATAN :

1) Letakkan biji jagung pada kain basah selama 2~3 hari untuk mendapatkan kecambah jagung;

2) Bersihkan kedelai dari segala kotoran, kemudian cuci;

3) Rendam dalam air dingin yang telah diberi soda kue selama 8~24 jam, lalu cuci;

4) Rebus selama 30 menit pada suhu 700C (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);

5) Cuci kecambah jagung lalu ditiriskan;

6) Kupas kulit ari kacang tanah, lalu goreng sangrai (tanpa minyak) bersama-sama wijen sampai terdengar bunyi tik-tik (jangan sampai hangus)

7) Campur kedelai, kecambah jagung, kacang tanah, dan wijen, kemudian giling. Tambahkan air panas sedikit demi sedikit selama penggilingan hingga menjadi bubur;

8) Tambahkan kapur sirih pada bubur kedelai kemudian panaskan sampai mendidih selama 15 ~ 20 menit. Saring pada waktu masih panas untuk mendapatkan susu kedelai;

9) Masak susu pada suhu 900C dan pertahankan tetap pada suhu tersebut (tidak sampai mendidih). Ini dapat dilakukan dengan mengatur api kompor, juga dengan menambahkan gula, garam, panili, dan natrium benzoat. Hentikan apabila bau langau kedelai hilang dan bau essence timbul;

10) Masukkan susu ke dalam botol pada saat cairan masih panas dan segera tutup. Sambil menunggu pengisian semua botol selesai, letakkan botol yang telah terisi dalam posisi terbalik (tutup terletak pada bagian bawah). Maksudnya adalah untuk mematikan bakteri yang mungkin masih terikut dalam tutup botol, meskipun sebelumnya tutup harus dicuci bersih dulu;

11) Selanjutnyya pasteurisasi selama 15 menit.


Catatan:

Kacang tanah dan kecambah jagung berfungsi sebagai pelembut susu sehingga enak diminum. Sedangkan wijen dapat menghilangkan bau langau dari susu kedelai.

Rabu, 29 Mei 2013

INFO SEPUTAR BUAH PEPAYA

BUAH PEPAYA

Di Sumatera Barat ditanam jenis "pepaya semangka" dan "pepaya burung". Masing-masing mempunyai karakteriktik sebagai berikut:

KARAKTERISTIK PEPAYA SEMANGKA DAN PEPAYA BURUNG

PEPAYA SEMANGKA BURUNG

Umur mulai berbuah 8 bulan  

Daerah pertumbuhan (m dpl)  :0-1000 

Warna daging buah : Merah sampai jingga 

Rasa buah : Agak hambar sampai 
manis


PEPAYA BURUNG :

Umur mulai berbuah : 8 bulan

Daerah pertumbuhan (m dpl) : 0-1000 

Warna daging buah : Kuning

Rasa buah : Manis asam


Buah pepaya mengandung kalori (46 K), protein (0,50 gram), karbohidrat (12,20 gram), kalsium (23 mg), fosfor (12 mg), besi (1,7 mg), vitamin A (365 SI), vitamin B1 (0,04 mg), vitamin C(78,9 mg) dan air (86,7 mg).

Komoditi dari Pepaya

Ada dua komoditi yang dapat diperoleh dari pohon pepaya, yaitu enzim papain dan buah pepaya. Enzim papain adalah enzim protaese yang dapat merusak struktur primer protein, yaitu ikatan antar asam amino pada rantai polimer asam amino. Buah pepaya dapat dijadikan sayur, manisan, asinan (pikel), saus dan selai.

Penanganan Lepas Panen

Buah dipetik dari pohon (panen) adalah buah yang telah matang petik. Buah yang matang petik mempunyai daging buah yang berwarna merah atau kuning cerah, bila kulit buah dilukai tidak banyak mengeluarkan getah dan rasanya agak manis. Buah ini harus dilindungi dari memar dan luka. Jika disimpan pada suhu kamar, dalam tiga hari buah sudah matang konsumsi dimana daging buah menjadi lunak, dan lebih manis. Buah yang sudah matang konsumsi, dalam 4 hari saja sudah mulai membusuk. Agar buah yang matang konsumsi tidak cepat membusuk perlu dilakukan penyimpanan pada suhu dingin (7,2 0 C) dengan kelembaban relatif 85-90. Pada kondisi tersebut diperkirakan buah pepaya mempunyai daya tahan simpan selama 15 sampai 20 hari.

MENGENAL BUAH PISANG

BUAH PISANG

Jenis Pisang yang banyak terdapat di pasaran dan disukai oleh masyarakat di antaranya adalah:

1) Pisang barangan

Pisang barangan sangat terkenal sebagai pisang meja. Panjang buah 12-18 cm dan diameter 3-4 cm. Warna kullit buah kuning kemerahan dengan bintik-bintik coklat. Warna daging buah agak oranye. Rasa daging buah enak dan aromanya harum.

2) Pisang raja

Pisang raja sering diolah menjadi pisang goreng. Panjang buah 12-18 cm dan diameter 3-4 cm. Warna kullit buah kuning warna daging buah kuning kemerahan. Rasa daging buah manis dan terasa agak kasar.

3) Pisang sere

Pisang ini berukuran kecil. Warna kullit buah kuning kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik coklat kehitaman. Kulit buah tipis. Warna daging buah putih. Rasanya manis dan aromanya harum.

4) Pisang kepok

Pisang kepok banyak diolah menjadi pisang goreng. Daging buah ada yang berwarna putih dan ada yang kuning. Yang berdaging kuning lebih enak dibanding yang putih.

5) Pisang mas

Pisang ini merupakan pisang meja. Pisang mas berukuran kecil. Kulit pisang mas matang berwarna kuning cerah. Kulit buah tipis, rasanya manis dan aromanya kuat.

6) Pisang Ambon lumut

Pisang ini merupakan pisang meja. Kulit buah matang berwarna hijau atau hijau kekuning-kuningan dengan bintik coklat kehitaman.Daging buah berwarna putih kemerahan dan lunak. Rasanya manis, enak dan kuat aromanya.

7) Pisang nangka

Pisang nangka hanya digunakan untuk olahan. Warna kulit pisang matang adalah hijau. Rasa daging agak manis.

8) Pisang Lampung

Pisang ini adalah pisang meja. Bentuknya mirip dengan pisang mas. Rasanya manis dan aromanya harum. Daging buah pisang mengandung energi, protein, protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:


Komposisi Zat Gizi Pisang per 100 gram bahan

Air (gram) 75,00

Energi (K) 88,00

Karbohidrat (gram) 23,00

Protein (gram) 1,20

Lemak (gram) 0,20

Ca (mg) 8,00

P (mg) 28,00

Fe (mg) 0,60

Vitamin A (SB) 439,00

Vitamin B-1 (mg) 0,04

Vitamin C (mg) 78,00

Ada beberapa produk yang dapat dibuat dari pisang, yaitu tepung pisang, pisang sale, keripik pisang, selai pisang, keripik binggol pisang dan dodol pisang.



Selasa, 28 Mei 2013

PEMBUATAN SAKA (GULA MERAH TEBU)

Nira tebu adalah cairan yang diekstraksi dari batang tamanan tebu. Cairan ini mengandung gula antara 10~20 % (b/v). Nira tebu dapat diolah menjadi minuman ringan, minuman beralkohol, sirup tebu, gula tebu (saka) dan nata de saccha.

BAHAN

1) Batang tebu

2) Kapur sirih


PERALATAN

1) Parang, golok, atau pisau besar. Alat ini digunakan untuk mengikis permukaan kulit, dan membuang mata batang tebu.

2) Mesin pemeras batang tebu. Alat ini digunakan untuk memeras batang tebu sehingga cairan niranya keluar/terekstraksi. Bagian utama dari mesin ini berupa dua selinder sehingga batang tebu tergencet dan tertarik oleh putaran selinder-selinder tersebut. Gencetan tersebut akan memeras batang tebu sehingga mengeluarkan cairan nira. Alat tradisional di pedesaan untuk memeras tebu disebut "kilangan tebu". Selinder pemeras tebu pada alat tradisional tersebut terbuat dari kayu, dan selinder diputar oleh sapi atau kerbau.

3) Wajan besar. Alat ini digunakan untuk memanaskan nira tebu sampai kental.

4) Pengaduk. Alat ini digunakan untuk mengaduk nira yang sedang dipanaskan. 

5) Penyaring. Alat inidigunakan untuk menyaring cairan tebu yang akan dipanaskan, dan sedang dipanaskan.

6) Cetakan

7) Tungku


CARA PEMBUATAN

1) Ekstraksi. Tunas, daun tebu, dan kotoran dibuang, kemudian lapisan luar dari kulit tebu dikerok dan dibuang. Setelah itu, batang tebu diperas dengan melewatkannya pada celah sempit antara dua selinder logam atau kayu yang berputar berlawanan. Nira yang dihasilkan ditampung di dalam wadah yang bersih.

2) Penyaring. Nira disaring dengan kain saring, atau saringan halus dari anyaman kawat tahan karat. Hasil penyaringan disebut nira bersih.

3) Pemasakan

a. Nira dididihkan di dalam wajan sambil diaduk0aduk. Bus dan kotoran yang mengapung selama pendidihan dibuang.

b. Setelah cairan nira tinggal 1/5 volume nira sebelumnya, nira disaring  kembali, dan didinginkan selama semalam. Endapan yang terbentuk dibuang.

c. Nira yang telah diendapkan tersebut kembali dipanaskan sambil diaduk sehingga volumenya menjadi 8 % volume semula. Cairan ini disebut dengan sirup kental.

d. Api dimatikan dan sirup kental didiamkan selama 5 menit
 
4) Pencetakan. Sirup kental dituangkan ke dalam cetakan sampai terisi 1/3 bagian. Setalah agak dingin, sirup dituangkan lagi sampai penuh dan gula ditunggu sampai mengeras dan dingin

5) Pengemasan. Gula merah tebu (saka) yang telah mengeras dan dingin harus dikemas di dalam wadah tertutup sehingga terhindar dari uap air. Saka terkemas ini disimpan di tempat yang tidak panas dan terhindar dari benturan.

Minggu, 19 Mei 2013

TIPS DASAR MEMBUAT ES KRIM


PROSES / TAHAPAN DASAR MEMBUAT ES KRIM :

1.         Persiapan  bahan dan penimbangan
2.         Pencampuran bahan  kering (gula, susu bubuk dan stabilizer)
3.         Penambahan  bahan  cair (susu cair dan  krim)
 4.         Pasteurisasi (adonan dimasak hingga  suhu 80 C)
5.         Penambahan emulsifier, dilakukan pada saat adonan sedang  dipasteurisasi sambil diasuk hingga larut.
6.         Pendinginan
7.         Adonan yang sudah  dingin disimpan  dalam suhu dingin  hingga kental (min  4 jam)
8.         Penambahan rasa
9.         Pengadukan  adonan hingga mengental dan  agak keras (dengan menggunakan  mesin  es krim. Jika tidak  ada dapat digunakan mixer)
10.     Pengemasan, es krim yang sudah diproses dikemas dalam kemasan es krim
11.     Pengerasan / pendinginan (menggunakan  freezer)  
Setelah disimpan  dalam  freezer hingga mengeras es krim siap dihidangkan.

TIPS DASAR PENGEMASAN ES KRIM

Selain berfungsi untuk menghindari kontaminasi kotoran dan mempertahankan kualitas es krim yang  dihasilkan, pengemasan juga bisa berperan sebagai pengenalan dan promosi dari produk es krim yang kita jual.  Dengan tampilan kemasan yang  menarik, tak lupa cantumkan merk dagang, harga, komposisi bahan dan tanggal kadaluarsanya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

TIPS MENYIMPAN ES KRIM

·        Es krim yang  disimpan dalam suhu -18 C s/d 15 C dapat bertahan kurang  lebih selama 3 minggu
·       Suhu penyimpanan es krim pada saat penjualan  disarankan -14 C, agar mudah diambil dengan skoop.